THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Monday, December 5, 2011

..::WANITA DARI PERSPEKTIF ISLAM::..

A. Pendahuluan

Pada zaman kemajuan sekarang ini, para wanita ikut serta mengambil bagian hampir pada semua lapangan kegiatan atau pekerjaan. Di Indonesia (terutama), ada wanita yang menjadi Menteri, Pimpinan perusahaan, Angkatan bersenjata, Anggota Dewan Pertimbangan Agung, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, Pegawai Negeri dan menjadi Buruh serta Pembantu Rumah Tangga, dianggap sebagai lapisan terbawah.

Para wanita telah ikut secara aktif, membangun rumah tangga masyarakat negara. Malahan ada yang kita lihat agak berlebihan, karena wanita lebih banyak memegang peranan dalam membiayai rumah tangga, umpamanya; ada wanita di Bali yang ikut bekerja membuat/mengaspal jalan, dan membangun rumah. Pada sebagian daerah ada wanita yang mencari nafkah, meninggalkan kampung halaman, sedang suami tinggal mengurus anak-anak, dan sawah ladang (kalau punya).
Demikianlah, hampir semua lapangan pekerjaan dimasuki juga oleh para wanita.
Timbul satu pertanyaan, apakah semua pekerjaan itu dikerjakan dengan ikhlas, dan karena ada dorongan dari dalam diri mereka sebagai bakti terhadap keluarga, masyarakat dan negara? Bisa saja karena sebab lain, karena keadaan yang memaksa. Biaya hidup berumah tangga tidak dapat tertanggulangi, karena pendapatan suami tidak memadai. Boleh jadi juga, karena di telinga mereka terngiang-ngiang suara persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita, sebagaimana dinyatakan oleh Siti Nurjanah bahwa keluarga dalam perspektif gender berarti adanya pembagian peran manusia pada maskulin dan feminin yang di dalamnya terkandung peran dan sifat yang diletakkan oleh masyarakat kepada kaum laki-laki dan perempuan dan dikonsrtuksikan secara sosial ataupun kultural dengan berpedoman bahwa keduanya sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak boleh diabaikan.
Sementara ada sebuah pendapat yang mengkulstuskan bahwa tugas laki-laki sebagai suami adalah menafkahi keluarga, sebagaiman dikatakan oleh Zaitunah bahwa tugas dan kewajiban suami adalah memberikan nafkah kepada istri. Lalu bagaimana pandangan ajaran Islam terhadap kedudukan wanita dalam kehidupan berumah tangga?

B. Wanita dalam persepsi al-Qur’an dan Hadits

Dalam al-Qur’an Allah menjelaskan mengenai kedudukan wanita, di antaranya Allah berfirman:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَاْلمُؤْمِنتُ بعضهم أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَوْةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ أُوْلئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ (التوبة:۱۷)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasul-nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya. Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana (at-Taubah:71)

Dari ayat di atas dapat dipahami, bahwa pria dan wanita saling tolong menolong, terutama dalam satu rumah tangga dan mempunyai tugas dan kewajiban yang sama untuk menjalankan amar ma’ruf, nahi mungkar. Namun ada di antara perintah Allah, yang ditujukan kepada masing-masing individu, seperti melakukuan shalat. Dalam hubugan vertikal, masing-msing pria dan wanita mempunyai kewajiban tersendiri.
Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللهَ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضِ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ ممِّاَ اكْتَسَبُوْا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيْبُ مِمَّا اكْتَسَبَنَّ (سورة النساء:۳۲)
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian lebih dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bgian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bgian dari apa yang mereka usahakan...(an-Nisa: 32)

Kalau kita perhatikan, maka ayat ini pun cukup jelas memberikan gambaran, bahwa tidak ada diskriminasi bagi wanita, tidak ada jalan atau alasan untuk merendahkan derajat kaum wanita. Semuanya bergantung kepada amalan masing-masing. Wanita mempunyai hak dari hasil usahanya sebagaimana pria, di samping juga mempunyai kewajiban.
Akan tetapi dalam hal tertentu, kedudukan wanita tidak harus sama benar dengan kaum pria. Bukan karena kurang penghargaan, tetapi karena kodrat wanita yang menghendaki demikian. Sebagiamana firman Allah SWT:
الّرِجَالُ قَوَّمُوْنَ عَلَى الّنِسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوْا مِنْ أَمْوَالِهِمْ...(سورة النساء: ۳۴)
Kaum laki-laki itu adalh pemimpon bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka....(an-Nisa:34)

Kalau kita ambil contoh dalam suatu rumah tangga, maka kaum pria yang lebih pantas menjadi pimpinan dalam rumah tangga itu. Si suami sebagai pelindung, pencari nafkah, pembimbing dan pembina bagi isteri dan anak-anaknya. Tidak pantas kalau dalam suatu organisasi mempunyi dua ketua umum yang sama kedudukannya, sebagaimana halnya dua orang presiden mempunyai kedudukan yang sama dalam suatu negara. Si isteri adalah wakil suami dalam rumah tangga, sebagaimana halnya ada ketua dan ada wakil suami dalam rumah tangga, sebagaimana halnya ada ketua dan wakil ketua, ada presiden dan ada wakil presiden.
Tugas si isteri tentu berbeda dengan tugas si suami, supaya tidak ada yang terbengkalai atau terlupkan sama sekali. Tugas mana yang pantas untuk wanita (isteri) dan tugas mana yang pantas untuk pria, disesuaikan dengan kodrat masing-masing.
Keluarga adalah gambaran masyarakat yang terkecil. Demikian juga dengan masyarakat yang lebih luas lagi, mulai dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi sampai kepada suatu negara.
Lebih tegas lagi dinyatakan dalam al-Qur’an, bahwa pria tidak sama dengan wanita, sebagaimana firman Allah:
...وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأُنْثَى...(سورة العمران: ۳۶)
Dan juga firman Allah:
...وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ...(سورة البقرة: ۲۲۸ )
...Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dri para isterinya...(al-Baqarah: 228)
Dari ayat di atas dapat dipahami, bahwa yang tidah sama antara pria dan wanita, tidak hanya fisik saja, tetapi juga psichise (jiwa) dan fungsinya dan yang berbeda itu tidak banyak.
Lebih tepat barangkali dikatakan bahwa wanita (isteri) sebagai pendamping bagi pria (suami) dan begitu juga sebaliknya, sesuai dengan hadits Rasulullah:
إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الّرِجَالِ (رواه أحمد والترميذى وأبو داود)
Sesungguhnya para wanita menjadi teman (pendamping) bagi para pria. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud)
Jadi agama Islam memandang wanita sebagai teman (pendamping) bagi pria, bukan budak yang dapat diperlakukan sama dengan harta benda dan pemuas hawa nafsu.

C. Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga
Salah satu fungsi wanita yang terpenting adalah sebagai ibu. Hal ini dapat dilihat, bahwa peranan wanita sebagai ibu rumah tangga lebih banyak penekanannya pada usaha membina dan menciptakan keluarga bahagia. Pembinaan itu sudah dimulai sejak dari dalam kandungan sampai anak dewasa.
Tidak sedikit anak yang menjadi korban, kehilangan masa depan, dan nakal, sebagai akibat dari suasana keluarga yang tidak menyenangkan. Ketenangan yang menyenangkan, sangat tergantung kepada bimbingan, perhatian dan pendidikan yang diberikan oleh orang tua. Dalam hal ini, yang amat berperan adalah ibu.
Pada masa pra Islam, perempuan tidak memiliki otonomi terhadap dirinya sendiri. Hak-haknya dirampas, diperjualbelikan layaknya berlian. Bahkan lebih dari itu, di zaman jahiliyyah, laki-laki dapat bertindak sewenang-wenang terhadap perempuan, iapun secara paksa mengawinkannya atau melarangnya kawin hanya untuk mendapat keuntungan pribadi. Kehadiran Islam sebagai penuntun, pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan bagi manusia, membuat pandangan terhadap perempuan berubah, harkatnya pun naik, dan tindak penindasan serta kesewenang-wenangan pun dihilangkan. Bila wanita dapat menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga yang baik, maka si ibu mendapat kedudukan terhormat dalam masyarakat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ (رواه أحمد)
Surga berada di bawah telapak kaki ibu (HR. Ahmad).
Hadits di atas memberi petunjuk, agar seorang ibu mampu meberi surga kepada anak-anaknya. Hala ini berarti, bahwa seorang ibu, harus mempunyai pengetahuan yang memadai dan pendidikan anak pun tidak bisa dilaksanakan sebagai sambilan saja, apalagi manyerahkan sepenuhnya ke sekolah atau masyarakat.

D. Kesimpulan

1. Wanita memiliki memiliki kedudukan yang sama dengan pria dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar.
2. Dalam rumah tangga wanita berkedudukan sebagai isteri yang berfungsi sebagai pendamping suami, sebagai ibu, dan guru bagi anak-anaknya.

Wednesday, November 23, 2011

~~ MAT! ~~

Mati, peringatan penting dipinggirkan Muslim

DALAM satu wasiat Nabi Muhammad s.a.w. kepada Ibnu Umar (Abdullah) r.a. berbunyi: “Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang musafir atau pun sebagai pengembara.”


Huraiannya
Hadis ini menganjurkan kepada kita supaya sentiasa mengingatkan mati dan mengurangkan cinta keterlaluan terhadap dunia yang fana ini.


Ibnu Umar pernah berkata: Jika anda masih hidup pada waktu pagi, jangan tunggu hingga ke petang dan jika anda masih hidup pada waktu petang, jangan tunggu hinga ke pagi, sediakan dirimu pada masa hidup untuk bekalan waktu mati, dan pada masa sihat untuk bekalan waktu sakit.

Justeru, wasiat Nabi di atas sentiasa mengingatkan kita betapa kita bagaikan musafir yang sedang berlalu sementara di dunia ini, maka apakah persiapan bekalan yang telah kita buat bagi menghadapi Allah SWT pada hari yang penuh dengan persoalan di padang Mahsyar?

Kita tidak akan hidup kekal dan lama di dunia, oleh itu, jangan sekali-kali kita melakukan kejahatan. Jika kejahatan yang dilakukan boleh menyebabkan kita tidak mati, maka lakukanlah, tetapi kejahatan yang kita buat semasa hidup di dunia, kesemuanya akan ditayangkan semula di hadapan Allah oleh para jururakam di kalangan para Malaikat, walaupun kita telah melupakannya, tetapi Allah sekali-kali tidak demikian.

Mereka yang telah pun meninggal dunia dan mendapat seksa kubur, meraung-raung minta pertolongan daripada orang yang masih hidup, terutamanya ahli keluarga terdekat, apakan daya, kita tidak mendengarnya, maka yang dibawa oleh seseorang dalam alam kubur bersamanya ialah amalannya semasa hidup di dunia satu ketika dahulu, maka fikir-fikirlah. ..

Manusia hari ini enggan bercakap tentang mati. Ia terjadi kerana manusia pada hari ini tidak berapa mahu meletakkan urusan agama itu lebih penting daripada segala-galanya. Sebagai contoh, terkadang-kadang kita dapat lihat seorang Muslim itu dari agenda hariannya sebagai seorang yang beragama Islam, tetapi tidak berusaha untuk menampilkan diri dengan Islam itu sendiri.

Sejak mencelikkan mata bangun daripada tidur, paling tidak menunaikan solat Subuh, itupun bukan dalam keadaan berjemaah, sama ada di masjid, surau ataupun menjadi imam di rumah bersama isteri dan anak-anak.

Kalau pada hujung minggu, lepas solat tidur semula, tidak berapa terikat dengan kuliah subuh, pembacaan al-Quran, membaca zikir Ma’thurat, kaunseling diri, isteri dan anak-anak, atau apa sahaja yang boleh meningkatkan peristasi iman kepada Allah SWT.

Bangun selepas itu bersarapan pagi, kemudian ke pasar atau berjalan-jalan bersama keluarga ke tempat yang boleh menghilangkan rasa gundah seminggu di pejabat.

Tetapi persoalannya di sini, kenapa elemen-elemen agama tidak termuat dalam diari atau agenda harian hidup seseorang Muslim.

Apakah kita sudah rasa cukup dengan ilmu yang ada di dada mengenai ilmu-ilmu yang boleh mengingatkan kita kepada alam kematian?

Ilmu agama terakhir yang dipelajari mungkin semasa menduduki peperiksaan SPM beberapa tahun lalu di sekolah menengah, kemudian melanjutkan pelajaran di peringkat M.A. atau PhD. Selepas daripada itu, menjawat jawatan mantap dengan gaji yang lumayan, sibuk dengan tugas harian yang akhirnya menjadikan diri teramat sibuk. Kuliah di pejabat pun tidak boleh hadir dan begitulah kuliah-kuliah yang disediakan di surau atau masjid berdekatan di rumah.

Hati menjadi keras

Rasulullah s.a.w. pada penghujung hayatnya, pernah memanggil menantu merangkap sepupu baginda iaitu Sayidina Ali bin Abi Talib. Baginda mewasiatkan kepadanya: Wahai Ali! Jika berlalu di kalangan orang Islam 40 hari (sahaja), mereka tidak hadir dan duduk dalam majlis ilmu (fardu ‘Ain), maka orang itu akan menghadapi dua akibat buruk. Pertama hatinya menjadi keras (sukar untuk menerima petunjuk llah atau segala kebaikan) dan kedua berani pula melakukan dosa-dosa besar.

Insan bernama Muslim hari ini tidak berapa mempedulikan persoalan agama mereka sendiri. Sudahlah tidak mahu jadi orang yang faham agama, melakukan dosa-dosa pula. Si suami membiarkan isteri keluar rumah tanpa berhijab (tudung kepala). Si ayah pula membiarkan anak gadis tidak berhijab dan menampakkan pusat-pusat mereka. Anak lelaki tidak mengnal huruf-huruf al-Quran dan ada yang tidak tahu mandi junub (hadas besar atau mandi wajib).

Kesemua itu adalah implikasi daripada tidak hadir dan duduk dalam majlis-majlis ilmu. Ada antara para ibu bapa Muslim seronok melihat anak-anak mereka berjaya dalam bidang hiburan, daripada menyertai bidang nyanyian peringkat dewasa hinggalah ke peringkat bakat bintang kecil. Apa yang pasti penampilan anak-anak ini dengan pakaian yang tidak dibenarkan oleh hukum syarak, tetapi semua itu tidak dipedulikan oleh mereka yang bernama Islam.

Seolah-olah Islam tidak boleh dicakap-cakap jika hendak maju dalam pelbagai bidang dalam kehidupan dunia. Tetapi mereka lupa, bahawa Rasulullah s.a.w. ada bersabda maksudnya, “Sesiapa yang mahukan kejayaan di dunia, mestilah dengan ilmu (agama), jika dia mahu kejayaan di akhirat juga mestilah dengan ilmu, dan jika mahu kedua-duanya sekali mestilah dengan ilmu.”

Apabila ilmu agama tidak menjadi teras dan sandaran dalam kehidupan orang Islam pada zaman ini. Maka mereka sebenarnya telah mengundang pelbagai masalah seperti terlibat dengan rasuah, keruntuhan moral serta harga diri, tidak berakhlak, meninggalkan solat, penagihan dadah, mentadbir negara bukan dengan hukum Allah, dan semua masalah itu tidak akan dapat diselesaikan kecuali menerima penyelesaiannya daripada Allah juga, iaitu pelaksanaan hukum-hukum Islam dan Sunnah (hadis) Nabi Muhammad s.a.w.

Tanpa pelaksanaan hukum-hukum Islam itu menandakan bahawa manusia menolak Allah yang telah menawarkan yang terbaik buat diri, keluarga, masyarakat dan negara mereka.

Mereka tidak akan bercakap mengenai mati, bekalan untuk hari akhirat, persoalan alam kubur apatah lagi mengenai nasib di penghujung hayat, sama ada boleh mengucap dua kalimat syahadah atau pun tidak, semua ini tidak ada dalam kamus kehidupan manusia hari ini, kerana mereka sudah semakin jauh daripada Allah walaupun mereka dilahirkan sebagai seorang muslim.

Penyelesaian masalah

Justeru bagi menyelamatkan diri selagi terdaya untuk dilakukan, maka renungilah empat perkara di bawah ini seperti yang pernah diperingatkan oleh Imam Al-Ghazali:
Pertama: Berurusanlah dengan Allah sepertimana kamu suka orang bawahanmu berurusan denganmu dengan cara yang terbaik.

Kedua: Setiap kali kamu bekerja dengan orang lain, perbuatlah sepertimana kamu mahu diperbuat ke atas diri kamu. Kerana tidak sempurna iman seseorang selagi mana dia tidak suka orang lain memperolehi sesuatu yang dia sendiri menyukainya.

Ketiga: Jika kamu mahu mempelajari sesuatu, pilihlah untuk mempeljari ilmu yang dapat memperbaiki hati dan memperbaiki jiwa dan sanubarimu.

Sekiranya kalau kamu tahu umurmu hanya tinggal seminggu sahaja lagi, sudah pasti kamu tidak akan memilih untuk mempelajari ilmu fiqh, tahudid, sirah, akidah dan sebagainya.

Dan mungkin juga kamu akan mengawasi hatimu dan berusaha melepaskannya dari belenggu dunia.

Kamu akan memperbaiki akhlakmu dan sibuk untuk beribadat kepada Allah SWT (selaku Penciptanmu) setiap saat.

Justeru, kamu mestilah sentiasa berakhlak mulia, kerana sesungguhnya kematian itu akan datang pada bila-bila masa sahaja.

Begitulah cuba kamu bayangkan, jika seorang pemimpin negara akan datang menziarahimu, sudah tentu kamu akan lakukan persiapan yang mantap, menghias rumah, memperbaiki mana-mana yang tidak betul dan bermacam-macam lagi.

Keempat: Janganlah mengumpul harta dunia lebih daripada keperluanmu untuk satu tahun.

Rasulullah s.a.w. sendiri menyediakan bekalan yang sebanyak itu sahaja untuk isteri-isteri baginda yang lebih kukuh imannya hanya dengan disediakan bekalan untuk sehari setengah sahaja. Bagi orang yang suka mengumpul harta hingga tidak sempat untuk menjenguk rumah Allah tujuan untuk beribadat kepada-Nya, maka orang itu akan disibukkan Allah SWT.

Renung-renungkanlah wahai saudara-saudaraku sekalian!


WALLAHU 'ALAM...

KHUTBAH : ~NOURISHING THE SOUL~

Blessed congregation of Muslims,

I would like to remind myself, and, all my brothers in Islam, to remain steadfast in our Taqwa to Allah s.w.t. To remain steadfast in our Taqwa to Allah by doing all that He commands. To remain steadfast in our Taqwa to Allah by staying away from all that He forbids.

As we strive and work hard to increase our wealth, let us not forget one thing in our lives. One thing that is so important. One thing that has so much importance. One thing that is eternal. That will be with us forever. What is this thing? It is our soul. Our whole being revolves around our soul. It was with us before we were born. With us when we are alive on this earth. And with us even after we die. It will be with us in the graves and with us when we meet Allah. Our soul is the seat of our iman. It is the throne of our taqwa. It is the stronghold of our faith. If our soul is strong and good, our whole personality will orientate towards goodness.

No matter how rich we are; no matter how healthy we are; if our soul is not strong; if our soul is not developed; if our soul is sick, we will still mirror a personality and behaviour that is rotten. No matter how famous a personality we are in this world, if our soul is dead, then there will be no place for us in Jannah, the Paradise ever eternal. Hence, our soul, the strength of our soul - These are crucial elements in our lives that we need to consciously develop. Indeed, our soul is far more important than our bodies.

Let us take an analogy my brothers. Clasp one hand. Crunch and clutch your hand in your palm as tightly as you can. Feel the strength and tension in your muscles. This is the strength that your body can offer. Now imagine that is your soul. Is your soul as strong as that clasp of your hand. Or is it like water that seeps through your fingers?

Everyday in our lives, we treat our bodies with lavish and care. Everyday, we lavish our bodies with clothes that are beautiful, soft and costly. We wash our bodies with soap so that it will be clean. We spray our bodies with perfume so that it will smell good. We exercise so that our bodies will be healthy. But. Do we do this to our soul? Have we nourished our soul? Do we bathe our souls so that it will be clean? Do we perfume our souls so that it will smell with the fragrance of purity. Or do we clothe our soul with coverings that are torn and spoilt? What indeed would be a clothing that is good for our soul? Listen to what Allah commands in surah Al-'Araf ayat 26 which says: Meaning: O children of Adam! Surely we have sent down to you clothes to cover your bodies and clothes that decorate and taqwa is surely the best of coverings. These are the signs of Allah that they may remember.

My dear brothers,

Taqwa is the best of clothing for our soul. Taqwa is the clothing that we should cover our souls with. And each member of our congregation is reminded to strengthen their Taqwa to Allah. Isn't it time now for us to give our all to be Taqwa to Allah?

My dear brothers,

most of us are dissatisfied with the wealth that we have. We want to experience a better life. We want to feel the comforts of life. We yearn to have it easy. We yearn to have more wealth. For wealth, it is said, is a key to a comfortable life. This is not against Islam. In fact, Islam wants its ummah to be an ummah that is strong. An ummah strong in all aspects of life - economic, physical, social and political. Everything. So seek wealth. Work for progress. Be a community that is wealthy not a community that is poor. Because. Poverty can lead a person astray. Poverty can lead a person to disobey and forget his Creator. Poverty can lead a person to become a kafir. The Messenger of Allah had said this in a hadith: Which means: Poverty can bring someone to a state of kufr.

But. At the same time. Whilst building our financial resources. Let us not forget our souls. Our soul needs to smell and feel the fragrance of Iman. It needs to be bathed with knowledge. It needs to be exercised with frequent good deeds to remain healthy. These three things: Iman, knowledge and good deeds. These are the three ammunition that is needed for a healthy soul. Iman, ilm and amal, these are the seeds of a clean, healthy and fragrant soul. They are strongly interlinked. A person's iman is not complete if he doesn't lace it with good deeds. And a person will not persevere in his good deeds if he doesn't feel the joy of doing good. And the joy of doing good comes when you have knowledge and conviction of its benefits.

Dear blessed Friday congregation,

A person's good deeds reflect the iman in his soul. A rotten behaviour or the lack of good deeds, is a reflection of the lack of iman in a person's soul. So. Someone who consistently does good deeds and displays a behaviour that is honourable, a high likelihood is that he also has an iman that is high. His soul is strong. It is filled with taqwa and iman and belief in Allah. Our iman can rise and fall. Our iman can increase and decrease. What then are the characteristics of someone with iman? Listen to Allah's commands in surah At-Taubah, ayat 112:

Which means: Those who like to repent, who are conscientious in doing good deeds, who praise Allah, who like to fast, who regularly bow and prostrate to Allah, who invite others to goodness and forbid disobedience, and those who observe Allah's laws. And so, give good news to those who are pious mukmins.

These are the characteristics of people who have iman in their souls. They frequently seek forgiveness from Allah. They frequently repent for all the sins they have committed. They engage in dzikir to remember Allah. They strive to fast for Allah. And they not only do the wajib fasts but also the sunnah fasts. They look forward to the time when they can do their solat. They fulfil amar ma'ruf nahi munkar. And they guard the laws of Allah. Let us measure ourselves. Do we measure up to these characteristics of a person with iman? How do we measure up to being a mukmin?

Dear blessed congregation of Muslims,

If you have enjoyed eating a certain food, you will surely want to eat it again and again. Likewise. A person who starts doing some good deeds will feel the joy of that good deed. When a person begins to feel the joy of his deeds and worship, he will always want to do these deeds and acts of worship. And my brothers, there is nothing in this world, nothing, that can give us the joy and peace equal to the joy and peace we get from our acts of worship to Allah. The joys of this world can quickly make us feel satiated. It can make us feel bored when we have the same thing day after day after day.

Imagine if you were to eat the same food day after day after day. No matter how much you first enjoyed it, after some time, you will get bored with it. Indeed you will lose your interest in it. You will lose the joy that you once found in it. That is how temporary the joys in this world are.

But, the joy of religious worship is a gift from Allah. A person who finds joy in his religious worship will never lose interest or feel bored with it. No matter how much he does it. Because Allah will bring us closer to him. The more we engage in religious worship to Allah, the closer He will bring us to Him. And the stronger we will feel for the worship that we have performed. The stronger is the joy that we feel for our ibadat and our good deeds. Rasulullah has once said that one of the signs in which a person's worship has been accepted by Allah is when he finds joy and a keenness to always perform that act of religious worship.

Let us reflect upon this for a while. What is the one deed? What is one act of religious worship that we truly love to do? That we simply look forward to doing? That we find true joy in doing? Is it our solat? Is it to fast? Is it to give in charity? Is it to read the Quran? Is it to study the laws of Allah? Is it to engage in dzikir? We must have one form of religious practice that we will consistently perform and which we enjoy doing. Indeed, it is the saddest thing to find if we do not even have 1 single deed that we enjoy doing. Not one single good deed for us to find joy in. It means that we have not been sincere in even in a single deed. It means that there is not one single deed that we have performed that has been accepted by Allah. Each of these deeds will be like specks of dust blown away into oblivion by the winds, wal 'iyadzubillah min dzalik.

My dear brothers in Islam,

Everyone has their own preference for the kinds of good deeds that they like to perform. Find one that fits you. Find one form of religious worship that you can be consistent in. And when you find it, nurture it. Strive hard to do it regularly. As an example, if you enjoy performing the witir prayers, then do it every night. Persevere and persist in doing this act of religious worship. Because, surely, an act of worship, no matter how small, but if consistently done, is better than an act of worship that is heavy and difficult to do but is only done once in a while. The Messenger of Allah had said in a hadith:

"The most favoured deeds by Allah is one that is consistent although small."

KELEBIHAN MADU, HABBAHTUS SAUDA, ZA'FARAN, KISMIS DAN KURMA

BismillahirRahmanirRahim...

1. KELEBIHAN MADU
Khasiat madu lebah telah disebutkan dalam Al-Quran, surah An Nahl ayat 68-69 di mana Allah berfirman :
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah;....kemudian makanlah dari tiaptiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat PENAWAR yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan". Dari Imam Ja'far Ash-Shadiq, beliau berkata : "Biasakanlah dirimu memperoleh dua ubat iaitu meminum madu dan mebaca Al-Quran."

2. KELEBIHAN AL-HABBAH AS SAUDA (Habbahtus Sauda)
Sabda Rasulullah S.A.W:
"Tetaplah kamu dangan habbahtus sauda ini kerana sesungguhnya padnya terdapat penawar bagi segala penyakit kecuali as-saam (mati). "Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim"

3. KELEBIHAN ZA'FARAN
Saidina Ali (R.A) pernah menyatakan: "Barangsiapa yang memakan za'faran dan dimakan bersama madu sebanyak 2 sudu setiap hari, maka dikagumi ingatannya sehingga dituduh melakukan sihir."

4. KELEBIHAN KISMIS
Nabi Muhammad S.A.W bersabda: "Biasakanlah memakan kismis kerana kismis dapat menghilangkan kepahitan (hempedu/cairan kuning), menghilangkan lendir, menyihatkan badan, membaguskan rupa, menguatkan saraf dan menghilangkan letih."

5. KELEBIHAN KURMA
Sabda Rasulullah S.A.W : "Berilah makan buah kurma kepada ister-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya."

DIET CARA RASULULLAH (S.A.W.)

Ini adalah adalah diet Rasulullah (s.a.w.). Rasulullah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya kerana pandai jaga pemakanan baginda sehari-hari.

Apa kata kita ikut diet ini wahai pembaca, tak payahlah susah-susah makan pil untuk kurus! Insya-Allah kalau pembaca ikut diet Rasulullah ini berbahagialah anda.

1. Jangan makan SUSU + DAGING
2. Jangan makan DAGING + IKAN
3. Jangan makan IKAN + SUSU
4. Jangan makan AYAM + SUSU
5. Jangan makan IKAN + TELUR
6. Jangan makan IKAN + DAUN SALAD
7. Jangan makan SUSU + CUKA
8. Jangan makan BUAH + SUSU contoh koktel, jangan makan buah-buahan selepas makan nasi, sebaliknya makan buah-buahan terlebih dahulu, selepas itu baru makan nasi.
9. Tidur satu jam selepas makan tengah hari.
10. Jangan sesekali tinggal makan malam. Sesiapa yang tinggal makan malam, dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.

Nampak memanglah pelik... tapi, cubalah...ia amat berkesan terutama apabila sudah tua nanti.


Wassalam.

Sunday, July 11, 2010

anda bermasalah dgn senggugut??? atau anda mengalami migrain, kaki berbau, ulser, bisul, kembung perut dan sebgnye????





FC BIO SANITARY PAD adalah penyelesaiannya.............





Avail Beauty Sdn. Bhd. Malaysia memperkenalkan anda satu konsep yang terbaru, iaitu FC Bio Sanitary Pad yang diperbuat daripada ramuan herba semulajadi.

FC Bio Sanitary Pad yang bermutu ini diperbuat daripada:
1. Bahan mentah yang berkualiti dan selamat

2. Tidak mengandungi agen fluoresen, agen peluntur berklorin, Dioksin atau bahan-bahan lain yang merbahaya.

3. 100% Liputan Kapas

4. Ia adalah rakan sebaya para wanita yang menemani anda melalui sepanjang masa keemasan anda. FC Bio Sanitary Pad pastinya pilihan utama para wanita yang mengejar kesihatan dan kesejahteraan!











(PANTILINER - 16cm)(SOFT COTTON 20 PADS = RM 9)

- Menyerap buangan dengan efektif, rasa bersih dan segar semasa.
- Perasaan selesa dan lembut semasa tempoh haid tidak aktif
- jg berfungsi membuang toksik dalam badan yg menyebabkan badan lemah dan lemah antibodi

FUNGSINYA :
1. MERAWAT MASALAH KEKUNINGAN, KITARAN HAID TIDAK MENENTU DAN KEGATALAN DI BAHAGIAN FARAJ.
2. MERAWAT SELSEMA, RESDUNG, ASMA, BATUK DAN DEMAM PANAS.
3. KEMBUNG PERUT DAN JANGKITAN CACING
4. SAKIT KEPALA, MIGRAIN DAN KAKI BERBAU
5. SEBAGAI TERAPI MATA (MASK MATA)
6. SAKIT KAKI, LUTUT, BELAKANG BADAN DAN SALAH BANTAL
7. BENGKAK, BISUL, KURAP DAN KAYAP
8. MABUK LAUT ATAU MENAIKI KENDERAAN
9. SBG PENCUCI MUKA





(DAILY PAD - 24.5cm)(NORMAL FLOW - LIKE SURFACE 10 PADS = RM 10)

1. Diperkayakan dengan gel untuk penyerapan berdalir yang lebih kuat dan penyimpanan.
2. Rekaan unik bagi mengelakkan kebocoran tepi lekok panjang, untuk penegahan kebocoran yang efektif, selamat dan dipercayai.

- DIGUNAKAN UNTUK PENGALIRAN BIASA (PADA SIANG HARI)
- JUGA BERKESAN MENAMPUNG JUMLAH PENGALIRAN YG BYK TNPA MENGALAMI MASALAH KEBOCORAN
- MEMBERI KESELESAAN SEPANJANG PENGGUNAAN





(NIGHT PAD - 30cm)(HEAVY FLOW - LIKE SURFACE 10 PADS = RM 11)

- Diperkayakan dengan gel untuk penyerapan berdalir yang lebih kuat dan penyimpanan.
- Pengawalan punggung yang lebih panjang dan luas, rekaan unik berbentuk kapas bahagian belakang dan tepi bagi pencegahan kebocoran lekuk panjang untuk pencengahan kebocoran yang efektif serta penyediaan secukupnya alas tutup, selamat dan dipercayai.

FUNGSINYA :
- DIGUNAKAN UTK PENGALIRAN DARAH YG BYK PADA WAKTU MALAM
- JG MERAWAT BUASIR DAN ANGIN PASANG UTK LELAKI
- BLH DIPAKAI UTK WANITA LEPAS BERSALIN
- MENGELUARKAN BAKI DARAH NIFAS (DARAH BEKU DALAM UTERUS/RAHIM)
- BERTINDAK SBG ANTISEPTIK (PENYEMBUH LUKA SLPAS BERSALIN)
- MENGECUTKAN OTOT PERANAKAN
- MENGATASI MASALAH SAKIT DI BHGN BELAKANG SMASA HAID
- MENGATASI MASALAH SAKIT SENGGUGUT



* ANDA YG BERMINAT UNTUK MENGETAHUI MAKLUMAT LEBIH LANJUT BOLEH CALL OR SMS SAYA DI NOMBOR 0133607224. UNTUK YG BERADA DI SEKITAR KAWASAN BANGI, BLH SMS DAN MEMBUAT TEMUJANJI PADA HARI SABTU DAN AHAD, SAYA SEDIA UNTUK MEMBERI MAKLUMAT SECARA TERPERINCI

* ATAU BOLEH JUGA CHAT BERSAMA SAYA DI FB Mujahidah saqsy or email saya di synda07@yahoo.com

* segala tempahan pembelian juga boleh dibuat melalui sms, chat dan sbgnya...

Sunday, February 7, 2010

Bismillahirrahmanirrahim..

Ke hadapan sahabatku yang kukasihi dan kusayangi kerana Allah,

Semoga dirimu sentiasa di bawah lindungan rahmatNya serta dikurniakan tubuh badan yang sihat bagi menunaikan tanggungjawabmu sebagai seorang Muslim. Ketika nukilan ini kutulis mungkin kau sedang ditemani oleh sahabatmu atau insan tersayang yang mampu menceriakan dirimu lebih dariku. Walau bersama siapapun dirimu ketika ini, walau siapa jua di sisimu, diriku tetap mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan dirimu, InsyaAllah..

Sahabatku,
Sepanjang cuti yang telah berlalu, sepanjang masa terluang yang telah diberikan olehNya, dan sepanjang nafas yang masih n0rmal ku rasakan, banyak yang telah kufikirkan. Tentang kata-katamu mengenai diriku. Tentang teguran darimu yang membuat diriku tersedar dari lamunanku. Tentang alasan dan karenahmu yang tiba-tiba berubah. Dan segalanya yang menghambarkan tali perhubungan kita.Terima kasih wahai sahabatku. Dengan kata-kata dan teguran darimu, penjelasan dan ketegasanmu, aku muhasabah kembali tentang apa yang telah aku lakukan sepanjang kita bersahabat. Adakalanya perlakuan dan tutur kataku melukai hatimu. Tapi kau masih tersenyum ketika berbicara denganku. Ku akui kelemahan diri yang sukar sekali mengawal bicaraku. Telah banyak kali kuingatkan diri ini agar mengawal setiap tutur bicaraku namun diriku kecundang jua. Aku juga amat menyesali kerana aku begitu lalai dan lupa dengan apa yang telah dikurniakanNya sehingga aku tidak menyayangi dirimu sahabat keranaNya. Kerana Dia sahajalah yang menemukan diriku denganmu, dan Dia sahajalah yang ingin menguji diriku dengan kebahagiaan dan penghargaan yang rasanya sangat berharga di atas dunia ini. Namun, semuanya terlambat, segalanya telah ditarik olehNya kerana kelalaianku. Namun, kini aku perlu belajar meredhai dan sabar dengan ketentuanNya. Bagiku, setiap yang berlaku, pasti ada hikmah yang ingin ditunjukkanNya.

Sahabatku,
Kadang-kadang banyak perkara yang ingin kukongsi bersama dirimu. Bila kusedar tentang siapa diriku pada pandangan matamu, cepat-cepat aku padamkan keinginan hatiku itu. Aku mengerti bahawa aku bukanlah sesiapa pada dirimu. Tapi bagiku dirimu amat bererti buat diriku. Sejak aku mengenali dirimu, banyak perkara yang tak pernah aku bayangkan menjadi sebahagian dari kisah hidupku telahpun kutempuhi. Ianya amat beerti bagi diriku yang masih mencari tentang erti kehidupan yang sebenar. Mungkin benar jika dirimu selalu berkata bahawa hidup dan dirimu tidak sesempurna aku dan lebih banyak kelebihanku berbanding dirimu. Tapi, sedarlah, dari apa yang telah sama-sama kita lalui ini, bahananya, pengakhirnya mungkin, aku rasakan diriku menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Aku dapat belajar dari kesalahanku, aku dapat memahami lebih banyak erti permainan dunia, aku dapat merasa kemanisan menjadi diri yang sebenar, aku dapat mencari semangat dan arah dalam hidupku sendiri tanpa perlu lemah, berdamping dan terlalu percayakan dan mengharap pada sesiapa. Ini semua aku dapat rasakan walaupun tidak sepenuhnya, selepas aku sedari dan bawa diriku dimana-mana bersamaNya. Barulah aku sedar, tidak ada gunanya solat yang aku lakukan 5 waktu sehari semalam selama ini tanpa memahami, merasai dan melakukan amar makruf nahi munkar di atas dunia ini. Begitu simple kunci rahsia untuk mendampingiNya yang telah aku jumpai, untuk memperbaiki kejahilan dan keduniaan diri ini, hanya dengan mengikhlaskan diri dalam apa jua tindakan semata-mata keranaNya, sentiasa bermuhasabah diri, tidak tinggal petunjuk al-QuranNya, dan memaafkan oranglain dan mengamalkan apa yang dipelajari. Aku tidak mengatakan aku sudah perfect, nauzubillah jauh sekali dari niat dan tidak langsung terlintas di fikiran ini, namun dengan jujur, itulah yang cuba aku lakukan untuk akhir zaman ini, selagi aku mempunyai kudrat dan usia di dunia.

Sahabatku,
Jika dirimu merasai pentingnya hubungan dalam persahabatan, jangan malu dan segan untuk tegur apa kesalahanku yang kau lihat, selagi mana tidak menjatuhkan maruahku, InsyaAllah, aku akan sedaya upaya berubah ke arah yang lebih baik. Jangan persoalkan siapalah dirimu untuk menegurku, tetapi persoalkanlah dimana tanggungjawabmu kepada sahabatmu yang lemah dan perlukan tunjuk ajar dan nasihat yang baik.

Sahabatku,
Kali ini dengan berkat kesungguhanku yang benar-benar ingin berubah kerana Allah, aku akui tidak sesekali meminta sepertimana dulu, bergelombang dengan maksiat dan hawa nafsu yang tidak keruan. Aku cuma mahu agar kasih sayang aku yang masih berbaki ini, yang berbau kasih sayang antara saudara seislam dan sahabat seperjuangan ini masih boleh diteruskan lagi dengan sama-sama berjuang mengejar rahmat dan makna hidup yang hakiki di dunia ini selagi mana dunia masih belum binasa, selagi rintihan dan kemaafan masih diterima oleh Ya Rabbul A’lamin.

Sahabatku,
Andai aku mempunyai kuasa untuk mencipta ruang masa yang lebih panjang, aku ingin mengulangi semula segalanya yang pahit ku rasakan dahulu menjadi manis, yang sedih menjadi gembira, yang salah menjadi betul, yang terpisah menjadi bertemu semula dan sebagainya. Namun, tiada yang lebih sempurna dan Maha Mengetahui setiap apa yang dirancang melainkan Allah SWt yang berhak ke atas segala penciptaanNya.

Sahabatku,
Aku tidak mampu lagi untuk menyusun madah kerana setiap kali diriku mencoret nukilan buatmu aku dapat rasakan yang kau semakin jauh dariku. Ambillah sebanyak mana waktu yang kau mahukan, sekalipun bercerai nyawa dari badanku. Akanku didik diri ini agar sabar dalam menanti sebuah episod yang mungkin ada atau tidak dalam persahabatan ini. Jika itu harga sebuah kemaafan yang perlu kubayar atas semua kesalahanku, akan kusabar dalam penantian ini. Kerana Allah SWt sentiasa bersama

Sekian dariku.

Sahabatmu,
nursaQsi.